Malik Ketabrak motor
Hari yang cerah dihari senin ini. Mengawali 1 September dengan bismillah. Semoga segala hal di hari ini lancar. Seperti biasa segala sesuatu dimulai jam 6.20. Dan selesai jm6. 40. Kedua anak aku sudah siap untuk berangkat sekolah. Tapi diantara waktu itu, aku sedang keluar rumah berburu bekal sekolah. Saat di salah satu penjual makanan, aku bertemu wali murid kelas 4c dan teman fattah dalam keadaan masih belum mandi dan sepertinya baru jalan santai bareng 2 saudaranya dan ibunya. Ibu zahra bilang kepadaku kalau hari ini libur. Dan menunjukkan beberapa anak sekolah yang berbalik arah menuju pulang ke rumah menaiki sepedanya. Aku hanya bilang lo kan hari ini ulangan dan yang demo mahasiswa dan warga area sekitar sumarecon kabarnya. Aku gak tau info berikutnya karena sejak semalam sekolah Bunyan dinyatakan tetap masuk seperti biasanya. Dan aku pun belum cek hape pagi ini dikarenakan hapeku sedang dicharger. Lalu ibu zahra bilang, ya info tadi pagi jam 5 lebih. Coba deh cek. Libur ampe rabu. Ingat rabu. 3 hari aja loh liburnya. Tanggal 1-3.
Lalu aku bergegas membayar pesanan makanan yang planningnya untuk sarapan dan bekal anak aku sekolah. Dan aku pun terkesima karena anak-anakku sudah benar-benar siap bersemangat ke sekolah. Aku berkata kepada fattah dan malik untuk berganti pakaian. Mereka bingung karena mereka pengen ke sekolah dan sudah siap.
Lalu aku menjelaskan bahwa sekolah kalian diliburkan dan kalian harus belajar dirumah. Ada demo di beberapa wilayah bekasi.
Dengan kegirangan kedua bocah sekolah itu berseru YEY LIBUR.
Lalu mereka langsung melepaskan baju seragam yang sudah melekat di tubuh mereka.
Hal yang pertama kali mereka lakukan adalah menonton youtube di televisi. Setelah itu jam 8 tugas sudah dishare oleh guru fattah dan guru malik. Alhamdulillah buanyak sekali ini tugasnya. Masya Alloh batinku. Aku yang 2 anak dah total 9 tugas membimbing anak-anak akun yang notabene seringnya mau belajar kalau diawasi bu guru bukan emaknya. Ya sudah bismillah bisa dan mudahkan segala urusan terkait tugas ini mana di waktuin lagi maksimal batas pengumpulan nih semua tugas. Untuk fattah maks jam 2 siang. Untuk malik jam 12 siang. Untuk emaknya ya secepat mungkin selesai semakin baik karena garap pekerjaan domestik harus segera dipegang apalagi cucian dan masakan.
Oke karena kelelahan apalagi aku pressure Fattah untuk bisa hapalan surat Al haqqoh 1-20 dia tidak terima dan sebel padaku. Padahal aku dah berkata bahwa selama memulai sekolah ini sebenernya Fattah sudah menyetorkan Al haqooh ayat 1-52 secara nyicil tapi karena saat suruh disetorkan secara lengkap dan keseluruhan ternyata Fattah gak apal. Yarobb...aku kurang ngawasi dan dampingi Fattah.
Fattah dan aku kelelahan secara emosi dan fisik. Akhirnya aku dan Fattah tertidur. Zea dan Malik bermain bersama anak-anak tetangga terutama anaknya depan rumah aku. Aku merasa aman dan tenang kalau mereka main dengan depan rumah. Pertama buat nyari mereka berdua gampang tinggal ke depan rumah.
Tapi namanya celaka itu kita gak bisa menebak dan mencegah nya. Apalagi anak seumuran Malik. Ya Alloh rasanya kaya gak nyangka dan masih merasa Malik jatuh karena lari-larian bersama teman-teman dan biasanya lecet di lutut. Tapi ini ceritanya berbeda. Malik yang berlari dari depan rumah menuju rumah aku yang jaraknya hanya 5 meter saja dimana ada truk es batu besar yang menutup jalan, menyebabkan sisa jalan cukup untuk 1 motor saja seharusnya ini tidak terjadi. Tapi semua qodarulloh sudah takdir Alloh. Karena kalau dilogika ya sepertinya aneh aja dan gak mungkin gitu. Depan rumah persis, banyak anak, dan seharusnya tuh gak terjadi gitu.
Tapi ya itu terjadi. Bagaikan kilat yang lewat sekelebat, otak belum sempat mikir, badan belum sempat bergerak tapi mulut sudah mulai berteriak Malik ya Alloh...
Malik ketabrak motor kurir JNT bernama galih. Pak galih pun mematung, bingunge,dan berusaha membantuku dan Malik dalam menenangkan diri. Sebenernya pak galih pun hanya bisa berdiri dideket mobil ku. Motornya terparkir didepan gerbang ku dan dia bingung mau langsung pergi atau stay disini menunggu keputusan Malik mau diapain luka dan sakitnya ada dimana saja. Setelah aku periksa lecet di bagian jempol kaki kiri. Untuk bagian dalam tidak terjadi apapun walaupun kami semua masih degdegan dan khawatir terjadi hal yang kami tidak bisa lihat secara fisik (ada luka dalam Malik atau tidak)
Malik nangis meraung-raung meminta ayah pulang. Ingin dipeluk ayah dan ingin sama ayah. Ayah harus pulang. Dan Malik tau tempat kerja ayah sangat dekat 10 menit saja. Tapi sayangnya saat aku vcall ayahnya berkali-kali sejak pukul 12 siang tidak diangkat dan tidak ada respon. Hingga aku panik dan cukup overthinking. Tapi bismillah harus husnudzon. Ini saat bapaknya dikantor sedang istirahat dan memang lagi sholat. Hati pikiran semrawut sekali tapi yang dikenyataan aku hanya bisa ngelus-ngelus Malik agar segera tenang. Agar bisa diolesi butbut dan tidak membuat heboh semua orang karena sekarang teman-teman dan tetangga serta mas kurir yang nabrak Malik bergerombol disekeliling kami. Selama menunggu dan menanti suami merespon vcallku, ibu Helga membantuku menenangkan Malik. Membantuku menyiram butbut pada Malik karena Malik melihatku memegang minyak butbut malahan semakin histeris. Semakin meraung-raung dan menjerit. Semakin tidak mau dideketin olehku dan aku melihat mas kurir tersebut semakin pucat (agak panik dalam diamnya). Dia pun berusaha menenangkan Malik dengan mendekat dan meminta maaf lalu menjelaskan secara detil saat-saat terjadinya tabrakan dengan Malik. Dia mengatakan bahwa Malik lari dengan cepat dan untungnya motor yang mas kurir tersebut kendarai tidak terlalu kencang.
Aku dan ibu Helga pun mengiyakan dan dengan logika jika si mas kurir cepat kencang dan terburu-buru dalam mengendarai motor mungkin posisi Malik bukan hanya jatuh duduk tapi juga bisa ketlindes saking banternya motor dan saking tidak sempat ngerem.
Alhamdulillah bapaknya Malik alias suami ku sudah bisa dihubungi dan aku jelaskan bahwa Malik ketabrak motor dan diusahakan suamiku bisa pulang dan bisa menenangkan membersamai serta mengajak si Malik bisa diurus luka plus cek luka dalam di dokter Eko/bidan ita. Karena diajak aku tidak mau. Disentuh aja dia Alhamdulillah mau walau meraung-raung tidak mau diapa2-apain lukanya.
Ku melihat lukanya cukup dalam dari kulit kurang lebih ke gores 0.3 cm dr permukaan kulita. Dalam dan lumayan terlihat dagingnya.
Darah menetes dari luka Malik. Luka ini tidak sama dengan luka lecet saat Malik jatuh berlarian kejar-kejaran dengan temannya. Lebar tapi tidak sampai tergores sedalam ini.
Perih sakit panas dan nano nano banget pasti. Kasihan tapi respon Malik terhadapku benar-benar cukup membuatku harus segera memberikan delegasi menenangkan anak kepada suamiku.
Alhamdulillah dalam waktu 15 menit suamiku sudah sampai di rumah. Kurir,ibu Helga dan semua orang sudah bubar. Malik langsung digendong dan ditenangkan oleh suamiku. Alhamdulillah dalam hitungan menit sudah tenang dan mau tidur dipangkuan bapaknya.luar biasa batinku. Aku panik dan pikiran kemana-mana . Sedangkan aku melihat suamiku sabar, tenang, anteng dan kadang Malik diajak bercanda. Hebatnya Malik bisa tidur. Dan yang gak masuk logikaku adalah suamiku masih sempat main game mobile legend. Allahuakbar. Ya sudahlah. Di kantor saja suamiku selingannya adalah game tersebut. Dirumah juga. Ah sekarep beliau yang penting masih mau handel anak-anak dan bisa menjaga anak-anak saat aku sedang harus keluar rumah tanpa membawa anak sama sekali dan hampir seharian.
Malik diberi betadin oleh ayahnya dengan menutul-nutulkan dengan kapas. Dia tidak menjerit hanya takut-takut. Alhamdulillah berhasil dan selanjutnya agar rasa sakit tidak terlalu parah, Malik diberikan obat parasetamol merek itramol. Biasanya Sanmol yang dia konsumsi tapi karena sudah habis dihabiskan zea yang beberapa hari lalu demam selama semingguan, maka aku membeli di klinik dokter Eko yang tersedia berupa merek tersebut. Cair sekali seperti sirup Marjan dikasih air. Makanya anak-anak merasa aneh setelah meminum obat itramol ini.
Yang jelas namanya darurat dan pengen gak merasa sakit, Malik mau mengkonsumsi obat itramol ini.
Setelah meminum itramol, Malik melek laptopan nonton youtub, atau hapean atau tidur full. Lumayan banyak intensitas Malik tidur hari ini..ada 4* sehari agar dia tidak terlalu merasakan sakit perih apalagi tiap melek dia masih merintih dan meraung-raung menyayat hati.
Alhamdulillah karena kakanya Malik bernama Fattah mau membersamai Malik bermain dan bercanda, Malik agak terslimur dari rasa sakit saat dia sadar. Tapi saat aku menyetop dia melakukan aktifitas itu dan mulai tidur agar tidak terjadi celaka, Malik malahan nangis meraung-raung lagi. Aku bersyukur ada bapaknya Malik yang mau memeluk dan mendiamkan Malik. Aku melihat sangat mudahnya nenangin anak. Berbeda denganku. Mungkin karena kesalahanku yang tidak punya sabar kepada anak apalagi saat anak seperti ini mulutku mengeluarkan petuah dan cenderung meminta Malik agar bisa jalan sendiri karena ini lecet saja. Meminta Malik meluruskan kakinya karena bagian lutut kaki kiri tidak luka dan tidak sakit tapi seharian ini tuh kaki ketekuk mulu.
Ah sudahlah aku hanya bisa pasrah kepada Alloh dan mengandalkan suamiku agar kondisi dan mental Malik stabil. Kecelakaan ini membuat semua orang termasuk Malik syok. Semua kaget dan bingung. Cenderung diam dan entah harus apa mengendalikan menenangkan Malik yang kesakitan.
Otak aku memutar adeganku jaman kuliah dulu yang pulang ngelesi jam 10 malam, kondisi ujan deras dan aku menyelip truk dari sebelah kiri dan dari tanah ban motor aku mau naik ke aspal agar bisa melewati truk tersebut malahan yang terjadi aku kepleset dan kepalaku hampir ketlindes truk. Punggung kaki jempol kanan aku tergores cukup dalam 0.8cm. Mayan dalam dan terlihat dagingnya dan terdapat pasir nempel di dagingku itu. Lalu aku ingat saat dokter berusaha membersihkan menggunakan alkohol dan menggosok lukaku menggunakan kasa agar pasir nya ilang. Wuih ngilu banget.
Penanganan pada Malik hanya menyiram luka dengan butbut dan menutul-nutulkan betadin menggunakan kapas ke luka Malik. Semoga besok luka Malik tidak bernanah dan meradang. Jujur ada kepikiran tentang apakah ada luka dalam tubuh Malik atau tidak. Karena beberapa tetangga wa aku menanyakan kabar Malik, akhirnya aku memfoto kondisi Malik sudah tenang dan tidur. Insya Alloh baik-baik saja. Aamiin yrob
Ternyata malahan beberapa teman terutama teman Malik sekolah menanyakan kondisi dan kejadian lebih detil. Karena otakku ngelag dan pikiranku kaya ngeblank, aku cuma bisa jawab sekenanya. Aamiin yarob terimakasih tas doanya semua. Sudah itu aja yang aku balas kepada mereka semua.
Kadang aku bingung menyikapi Malik yang ketabrak motor seharusnya aku lebih sayang, perhatian, lengket terhadap Malik. Tapi karena Malik lebih milih ayahnya, aku hanya mendekat jika diperlukan. Daripada Malik menjerit takut kakinya kesenggol aku yang jujur aku memang polahnya kadang gak bisa ditebak. Nah itu aku harus hati-hati dalam bergerak agar tidak melukai kaki Malik apalagi Ampe membuka luka lecet Malik.
Komentar
Posting Komentar