Pelajaran jarak jauh hari kedua
Alhamdulillah hari ini lebih slow dari kemarin. Setelah aku menyiapkan bekal dan mengantar suamiku berangkat kerja, anak-anak masih tidur dan akupun tidur juga. Entah kenapa aku mengatakan lebih baik tidur Ampe siang daripada aku marah-marah gak jelas. Zea terbangun dan membangunkan ku. Fattah pun bertanya setelah aku sadar penuh dari tidurku, mah hari ini pelajarannya apa?
Waduh aku lupa jika pelajaran jarak jauh lagi. Bismillah tarik nafas. Semoga semua lebih mudah dari kemarin. Dan Yap Alhamdulillah banget kemarin tugas Malik ada 3 hari ini cuma 2. Yes batinku. Tapi karena Malik terluka sedang terkulai tiduran didepan laptop sambil nonton YouTube,aku putuskan untuk handel tugas Fattah dulu. Aku cek dan wow ..tugas Fattah ada matematika, bahasa Indonesia, tahsin dan tahfidz. Ya sama seperti kemarin ada ketakutan berlebih dengan hapalan surat Al haqqoh alias tahfidz Fattah. Aku gak mau dia ngambek nangis dan agak marah karena dipaksa menyetorkan 5 ayat dari 1-52 ayat Al haqqoh. Jadi kuputuskan nyicil aja 5 ayat 10-15. Lalu aku videokan. Lalu jeda istirahat dulu garap yang lain agar tidak spneng. Videoin lagi hapalan Al haqqoh ayat 16_20. Alhamdulillah selesai juga jam 1 an. Dan aku bisa tidur pulas. Yes. Eh aku lupa belum masak atau melakukan pekerjaan rumah. Woilah baju juga belum aku cuci. Ah mbuhwes. Hari ini aku pengen santai sesantai santainya. Walau ya itu cuma pikiran yang dipaksakan. Sebagai seorang ibu tidak mungkin lah bisa leyeh-leyeh apalagi sudah tidak memiliki asisten rumah tangga. Ditambah Malik yang per 3 jam minta ke kamar mandi. Harus digendong ditungguin lalu gendong balik ke kasur.
Wow sekali ya Alloh. Tapi semoga aku sabar kuat dan ya sadar kalau aku harus menjadi seorang ibu yang dikasih ujian anakku sedang kena musibah. Aku nya harus lebih apa ya... lembut.
Tapi ya kembali lagi, respon Malik yang dikasih tau membuatku marah lagi. Ya marah. Aduhjan kenapa jadi begini. Aku ingin bisa merawat Malik dengan penuh kesabaran. Tapi karena aku melihat dan menilai Malik yang seperti apa-apa bisa dia lakukan hingga apa yang kita gak kira dan sangka apalagi bayangkan, bisa dia lakukan. Tapi entah kenapa kakinya ini tetep dia tekuk menggantung jadi benar-benar tidak mau dipakai untuk berjalan. Aku ngomel -ngomel lagi. Astaghfirullah begini amat aku ngurusin malik.gak ada kesabaran blas. Ya ampun ya Robb. Kenapa aku jadi emak pilih kasih begini. Tapi setiap Malik diajak ngomong respon mendengus, takut kesenggol, berteriak. Humm aku harusnya bisa lebih ngendaliin diri apalagi sudah puas tidur tadi pagi Ampe jam 9. Ya ampun ya Alloh ya robb.emak macam apa aku ini. Masih kebiasaan bangun siang dan menyepelekan waktu. Innalilahi aku sudah tau kesalahanku tapi tetap jadi kebiasaan burukku. Sadarlah wahai Astri. Ini bakalan membuat emosimu meledak-ledak juga karena pekerjaan yang kamu males-malesan garap apalagi harus nanganin anak 3 dimana si Malik juga sedang terluka karena ketabrakan motor kemarin
Ya Alloh aku hanya bisa mengerjakan apa yang aku mau, aku bisa, dan sisanya ya tidak aku kerjakan. Atau aku kerjakan belum selesai. Atau harusnya aku kerjakan tapi malahan aku lupa. Ya kaya malam ini, dari sore aku sudah merendam tempat menanak nasi ricecooker bagian dalam. Niatnya mau langsung aku masak nasinya agar malam bisa buat makan. Tapi ya g terjadi aku lupa karena fokus dengan les trial coding untuk Fattah yang doyan main game. Kapan lagi coba bisa dapat les gratis. Kalau Fattah suka tertarik dan antusias ayok aja gitu les coding. Tapi aku tau harganya sama kaya buku grolier yang akhir bulan lalu aku beli 4jutaan. Mungkin malahan les coding ini lebih mahal
Dan terjawab sudah pas pukul 7 malam beberapa daftar harga les coding ini dipaparkan. Mau dipotong berapapun tetap MAHAL!
Tapi aku mau si Fattah hebat dalam coding, ai, game dan membuat game. Luar biasa beneran pas Fattah ngikutin instruksi Kaka tentor coding ini. Semudah semenarik dan menakjubkan itu membuat coding berjalan yang menginstruksikan animasi gambar disampingnya bisa bergerak layaknya game. Keren keren keren banget.
Aku melihatnya tersihir dan terdorong untuk daftarkan Fattah dikelas group dengan total 10* pelajaran dimana harganya 1,6 juta. Hemm mahal ya...tapi itu udah paling murah.
Sayangnya bapaknya anak-anak karena beberapa bulan ini kami defisit, dia tidak merestui les coding padahal beli laptop sudah ada ancang-ancang buat daftar les coding. Ya semua-muanya dipengaruhi oleh uang. Hemm pengen pinter bisa belajar hal seunik ini ya harus bayar mahal cukup dalam. Masya Alloh banget. Semoga ilmu anak-anak aku bisa berkah dan bisa membawa kami sekeluarga hidup terhormat didunia dan akhirat dengan ilmu yang anak-anak aku peroleh.
Aku sudah memiliki ilmu. Tapi aku masih bodoh dalam hal lain yaitu emosional. Ya seperti dari awal aku ceritakan bahwa aku seharusnya mengayomi melindungi merawat dengan sabar dan lembut tapi yang terjadi malahan sebaliknya. Ya Alloh aku nih bagaimana. Aku tau aku strata pendidikan tinggi, tapi saat menjalani hidup aku kaya gak pernah sekolah. Gagal dan selalu gak bisa. Apalagi kalau sudah berhadapan dengan anak-anak aku. Kalah telak Ama suami aku. Ya mungkin kuncinya TENANG TENANG TENANG DAN IKHLAS.
Itu ..aku belum mampu. Dan aku mengakui bahwa aku seperti apa-apa harus dibayar harus dibalas dan harus diutamain itu aku bukan kalian. Egois banget aku ya. Tapi pas egois itu harus disingkirkan yang terjadi aku nya tantrum. Aku gak mau ngurusin orang lain apalagi anak-anak. Aku maunya diurusi Ama orang lain. Dibantu orang lain. Disayang diperhatikan dan diprioritaskan oleh orang lain.
Aku harus belajar mengenal diri dan mengendalikan diriku. Bisa bijak dan tenang dalam segala kondisi. Bisa bisa bisa. Nah itu ..caranya aku gak tau. Nulis begini saja aku usahain sebaik-baiknya dan sekonsisten mungkin.
Hari ini sudah mulai zona 4 bunda sayang. Sebenernya aku sudah down dan malas dalam garap karena gagal dapat predikat your excellent di bunsay zona 3 alias aku akan gugur jika 1 zona lagi aku tidak mampu menyetorkan 7 tugas berturut-turut. Di zona 4 ini aku melatih kemandirian anak aku. Kata suami aku lebih baik melatih kemandirian si zea dalam memilih pakaian dan berpakaian sendiri. Jangan yang menyulitkan malahan bikin gak mau garap tugas. Bener juga suamiku. Oke deh untuk bunda sayang bismillah start besok aku bisa melatih zea agar bisa berpakaian sendiri. Aku nya bisa menghandle anak-anak juga dengan lebih santai karena anak -anak terutama si bungsu sudah MANDIRI di bagian-bagian tertentu. Alhamdulillah ya robb
Komentar
Posting Komentar