Liburan
Apa yang kamu bayangkan ketika membaca judul liburan? Cenderung jalan-jalan di tempat wisata bersama keluarga atau lebih ke bersantai di rumah setelah selama weekday bekerja keras menguras keringat dan bantingin tulang ampe kurus?
Ya sama sepertiku. Sayangnya aku kerjanya di rumah dan tidak membuat kurus melainkan menggendut. Yuhu hidup dibikin nyaman dan sangat nyaman mungkin melenakan aku dari bergerak, berolahraga dan mengatur pola makan. Ya kalau sedang liburan tuh berasa apa-apa mager dan apa-apa enaknya makan gorengan. Dehilah ampundah. But karena aku mampunya ya menggoreng walau kadang overcook alias gosong but over all not bad lah kalo goreng karena kalau gak di goreng tuh makanan ya kagak mateng. Bener apa bener? Udah ngalah aja kalian....jawab aja bener biar aku jadi seneng dan bahagia. ahahahhaha...Insya alloh berpahala menghibur penulis dengan judul liburan ini. Yekaan seneng lah bisa dapat pahala terus masuk surga berenang-renang di surga kautsar...jamaah oh jamaaah...alhamdulillah...
Oke balik ke cerita liburanku kali ini. Mungkin seperti kata orang jadi ibu rumah tangga enak, makan tidur doank kerjaannya. Ya anda ada benarnya ada salahnya. Benarnya saat liburan dan bener-bener pengen libur hal itu bisa dilakukan. Dimana pekerjaan rumah sebodo amat digarap besok ya gapapa. Yang penting handel anak-anak dulu deh. Oh ya tak lupa aku mengerjakan tugas bunda sayang praktek melatih kemandirian anak aku si zea. Yap MANDIRI. Semakin mandiri seorang anak, ibu jadi semakin santuy dan bisa lebih malas-malasan. Huakakak dasar nih tujuan emak satu ini agak picik tapi ya manfaatnya ke anak sih bukan ke si emak. Ya tidak? masa sih mao ampe mati kita jadi orang tua mengganti popok, memandikan anak, menggantikan baju, menyuapin anak, lalu diperintah sana sini....walah ama pembantu aja kalah saing perbudakannya. Gak mao ah. Apalagi aku sebagai penggemar drama cina yang kadang ceritanya di luar nurul dimana ada anak yang sudah dibesarkan oleh ibunya, tapi lebih sayang ke ayahnya yang jahat ke si ibu dan menduakan si ibu dikarenakan apa? kekayaan kehebatan dan jabatan ayahnya. Padahal sebenarnya si ibu lebih hebat dan lebih kaya dari ayahnya (karena sebenernya si ibu adalah orang anak kaya yang berpenampilan sangat sederhana dan tidak terlalu menonjolkan apalagi menampilkan bahwa dia orang kaya melainkan sederhana). Istilahnya Bai Erlang (serigala bermata putih=anak/orang yang durhakai sekaligus pengkhianat kepada orang yang sudah baik mengasuh dan merawatnya selama ini). Dari situ aku gak pengen menjadi ibu yang seperti itu. paham maksud saya?
Kalau anak bisa melakukan apapun sendiri, menjadi mandiri, hebat kalau bisa balas budi dan berbakti padaku alhamdulillah. Kalau tidak aku harus ancang-ancang menjadi orang yang mampu bertahan hingga akhir hayat dalam keadaan sehat dan tidak terlalu bergantung pada orang laibn. Walaupun itu tidak mungkin (saat aku sakit migrain, sakit maagh dan sakit yang entah membuatku tidak bisa beranjak dari kasur dan membutuhkan bantuan suami aku or anak-anak aku).
Hummm sebenernya aku mendapatkan input informasi jika bisa tidak terlalu merepotkan orang lain walaupun suami atau anak. Jadi setelah ujian terpuruk aku, ya begitu. Aku berubah berusaha sendiri mencari sendiri apa-apa sendiri karena kamu sudah dewasa dan sebaiknya tidak merepotkan dan membebani orang lain KECUALI ORANG YANG MAU MEMBANTUMU dengan INISIATIF SENDIRI. Nah aku juga gak boleh berharap ada orang seperti itu dalam kehidupanku karena nanti aku seperti dulu, terlalu bergantung pada orang lain dan merasa orang lain wajib membantuku. Suamiku mengajarkan aku untuk selalu menolong orang lain tanpa dibayar. Tapi sayangnya saat berada di Bekasi aku sering menemukan orang yang menolong membantu terus meminta imbalan uang mana 100 ribu. Waduh banget batinku. Tapi ya sudahlah namanya sudah beruntung kan ada orang yang bisa membantu apalagi itu kesulitan benar-benar diluar kemampuan dan pengetahuan kami (saya dan suami ceritanya menaruh mobil di parkiran stasiun dan ternyata qodarulloh kunci mobil ada di dalam dan mobil otomatis nge lock sendiri jadi kami saat mau pulang dari stasiun ke rumah di setu kebingungan. Ada sopir taksi yang berdiri tidak jauh dari kami menawarkan bantuan membuka jendela mobil dengan perlatan yang dia punya dan berhasil. Lalu pak sopir itu berkata maaf pak saya boleh minta 100 ribu. Sungguh itu membuka mata saya bahwa kebaikan seseorang ada juga yang meminta bayaran di luar nalar harganya). Tapi aku kan pengen masuk surga. Jadi sebagian besar kebaikan apapun yang aku lakukan aku usahakan karena Alloh dan semoga bisa masuk surga Nya. Ah malahan bahas apa inih atuh...
Liburanku di hari ini cenderung Today im not doing anything...fufufufufuuu (bruno mars). Santaiiii belum lengkap taanpaaaa silverquuueeeeen....yap santai ria bersama anak-anak sambil ngemilin sepothek-pothek coklat batangan merek silverqueen. Bahagia? ofcourse i am. La napa makan coklat sambil santai pake nangis. Alhamdulillah Alloh sedang melapangkan, membahagiakan, memudahkan dan me me me yang lain sehingga dengan liburan sesimple ini aku heppy with my kids. Mereka sudah minta mandi, aku tengok sudah jam 11 siang. Wah siang sekali mereka mandi seharusnya pagi (untuk keluarga lain). Kalau keluarga aku jujur sangat santai setiap liburan mandi adalah hal yang emezing sih apalagi kalau tidak keluar rumah. Keluargaku cenderung tiduran, gulang guling di kasur, makan minum ngemil, nonton youtub, apalagi oh kaya hari ini menikmati pothekan coklat dengan senyum dan gigi yang kuat. Klothak gitu bunyinya karena tuh coklat batangan disimpan di dalam kulkas. Tapi setelah lumer di mulut beuh enak. Tapi apadaya ni gigi sudah tua apa ya, makan manis kok linu. La la la...emut aja pake lidah biar gigi kagak kesenggol tapi apadaya air liur sudah menyebarkan rasa manis coklat di dalam mulut dan membanjiri sela-sela gigi. Yuhuuuu linu linu enyoy.
Liburan unyel-unyelan ama anak-anak sambil digelitikin di ciumin dikejar-kejar terus peluk. Masya alloh banget ya aku jadi ibu peri. huakakakakkaka....im so proud of my self. Tidak ada suami karena suami aku sedang turing bersama teman-temannya. Ada rasa sedih dan kesal ditinggalkan bersama anak di rumah, tapi ya ada rasa heppy dan tidak merasa terbebani harus ini itu saat ini. Walau kemarin suami berkata dia tumbang saat sudah sampai di dieng. Badannya tidak enak dan hanya mengkonsumsi obat mixagrip agar tidak terlalu bapil cumleng demam. Teman-temannya berpergian semua sedangkan suami aku berbaring full di kasur. Aku khawatir tapi aku gak bisa apapun. Hanya bisa mendoakan agar suami aku baik-baik aja dan mau terus ngabarin. Dan ya ngabarin pas sarapan dan mau berangkat. Sekarang gak ada kabar sudah ada 1 jam. Tapi aku melihat Status WA nya sedang jalan-jalan ke candi tempel dieng dan mukanya sangat bahagia. AKu sempet bertanya katanya sakit, tapi di video dan foto SW sumringah dan seger banget. DIa jawab karena sudah agak mendingan dan sudah bersiap-siap pulang sekaligus masa divideoin di dokumentasikan ekspresinya harus lemes klentra klentru. Aku bersyukur suamiku sudah baikan cuma ada rasa cemburu karena suami bisa jalan-jalan di hari libur ini. Tapi sayangnya jika harus motoran bekasi-dieng-bekasi selama 3 hari bolak balik dehilah cape badan euy. Ketambahan bawa anak 3 krucil-krucil suka tidur dan suka jajan minta makan. Ulala kapan sampainya ya alloh. Eh astaghfirulloh aku ngeluh. Ingat sudah memiliki motor bagus itu adalah idaman orang-orang yang tidak punya motor. Mobil ada tapi sudah hak milik orang lain yaitu hal milik kedua orang tua aku, dan suami aku tidak mau memakai mobil tersebut walau masih berada di rumah kami. Jadi kami harus mulai berlatih kemana-mana sejauh apapun naik motor. Kecuali kalau pulang kampung, naik bis. Tapi karena suamiku seleranya adalah rosalia indah, maka jika kami ber 5 naik bis maka harus membayar perkursi 500rbX5 = 2,5 juta sekali pergi. bolak balik ya 5 juta. Masya alloh sekali. Ya namanya harus pulang kampung di saat lebaran dimana tiket rebutan dan harga nya pun melonjak 2x lipat. Harga umumnya 300 ribu kurang. Ah sudahlah kita pikir nanti saja. Yang jelas sudah keputusan suamiku menjual mobil ini. Apalagi keluarga kami JARANG PERGI dan JARANG PAKAI MOBIL kecuali pulang kampung dan acara family gathering.
LIburan untuk keluarga kami yang kecukupan ya disyukuri dan dinikmati di dalam rumah. Untuk aku terutama jangan suka liat SW orang lain. Ini liat SW suami sendiri saja rasa cemburu iri dan ingin ikut pergi gede sekali. Apalagi melihat SW teman, tetangga, saudara....lah kobong ati. Wes saiki nikmati idup yang masih sehat, jalan yang masih bisa pakai 2 kaki, ngetik tugas KLIP bisa pake laptop wifi, makan juga bertebaran di area sekitar laptop. Nek kesel alias capek ya tinggal jatuhin badan sudah kasur. Wes puwenak cah uripku. Akeh-akeh nyebut alhamdulillah.
LIBUUUUUUUR
Komentar
Posting Komentar