Jurnaling

 Memiliki ujian terberat membuatku mencari cara bagaimana mengatasinya terutama efek tidak menerima takdir dan ujian Alloh. Belajar agama mengenai iman kepada qodo dan qodr baik itu takdir baik dengan bersyukur maupun takdir buruk dengan bersabar. Naasnya saat ujian itu datang dimana Alloh tau itu dengan baik. Sesuatu yang menyebabkan mu oleng dan tidak bergantung pada makhluk karena mereka tidak bisa dipercaya, tidak bisa melindungi, tidak bisa menolong, memanfaatkan, membebani, dan merepotkan dirimu. Jadi Alloh membuat ujian itu datang.. Orang yang paling dipercaya dan dekat BERKHIANAT, orang yang paling diandalkan dan selalu jadi tempat curhat MUAK DAN TIDAK INGIN KENA MASALAH IMBAS DARI PENGKHIANATAN karena si pengkhianat adalah orang yang cukup punya kekuatan ditempat kerja, tetangga yang sudah dianggap bestie semua menghindar dan seperti tidak berani mendekat dan tidak berani ikut campur. Keluarga yang diharapkan sebagai tempat bernaung mengembalikan semua pada diri ini yang jujur bingung, sedih, kepala pusing dan pening tidak kunjung sembuh, dan segala hal terasa berat. Overthinking menjadi makanan sehari-hari. segala ikhtiar agar hati puas seperti ngamuk, marah atau melampiaskan emosi malahan. Semakin menjadi fatal dan menambah masalah.. Alias ikhtiarku dengan kekuatanku pun zonk. Ya aku lemah tak berdaya dan aku tidak punya apa-apa dan siapa-siapa. Lalu aku harus bagaimana? Innalillahi wainnailaihi rojiun. Ya semuanya dikembalikan kepada Alloh yang punya soal ujian sekaligus jawaban alias solusi dari ujian tersebut. 

Scrolling awal aku belajar mencari cara menghilangkan overthinking ku, mencoba berusaha melakukan aktivitas yang bisa membuatku lupa akan sakit hati dan rasa sesak di dada. Alhamdulillah aku menemukan tips menulis dengan jurnaling. Ya menuliskan segala pikiran overthinking lalu disobek. Menuliskan segala nikmat dari segala sisi terutama kenikmatan memiliki kesehatan dan segala bagian tubuh, organ dalam dan setiap sel di tubuhku berfungsi dengan baik tanpa rasa sakit apapun. Anak pu  alhamdulillah lebih sering sehatnya. Kalau sakit alhamdulillah bapil saja. Segalanya indah setelah mendalami menyelami dan konsisten melakukan jurnaling syukur nikmat dan kebahagiaan yang ternyata mampu membuatku naik ke jenjang AKU TERNYATA BISA PUNYA TEMAN LAGI. Aku bisa TERTAWA lagi. Walau tidak seperti dulu. Tidak bisa percaya dan mengandalkan siapapun termasuk diri. Hanya kembalikan ke Alloh saja. 

Jurnaling juga membuatku tau apa itu impianku ke depannya. Hebat dalam bermain badminton dan bisa menjadi coach. Alhamdulillah walau aku gak hebat-hebat banget tapi aku sudah dipanggil coach oleh beberapa teman-teman ku yang pemula main badminton. Lalu anak-anak aku fattah malik pun aku terjunin ke badminton.. Niat hati sih semua les yang ada di sekitar rumah diikuti tapi apa daya uang tidak mencukupi melakukan semuanya. Anak-anak juga memiliki keterbatasan waktu, kekuatan, dan kesenangan sendiri. Renang mereka senang tapi kalau harus les dimana sekali datang untuk masuk aq, dan 3 anak tiap pertemuan 150rb ya kojrot alias habis uangnya. 

Jurnaling membuatku paham bahwa apa yang aku pikirkan bisa terjadi dan juga bisa hanya pikiran semata. Aku harus mampu memikirkan yang baik dan positif agar Alloh mengikuti prasangka baik ku.. Jika kejadiannya gak baik pun, aku tetap dapat pahala. Tapi aku manusia biasa. Masih belum terlalu bisa memikirkan hal baik dari sebuah pengkhianatan. Sakit tapi aku merasa stuck dan diam.. Tapi aku harus bangkit dan bahagia. Kadang karena harus ini harus itu yang membuat ku merasa tuntutan diri sangat banyak berat dan aku gak mampu. Yang terjadi aku hanya. Diam mager rebahan scrolling dan nonton drama cina. Kali aja dari drama cina aku bisa mendapat inspirasi dalam menanggapi hal yang terjadi dalam hidupku. Aku nangis lama ya. Aku hampir mati ya. Dan aku merasa rugi sendiri dan merugikan diri sendiri yang imbasnya anak-anak pun kena. 

Jurnaling kadang aku lakukan berupa nulis KLIP kaya sekarang ini. Setiap hari aku setorkan. Kalau gak ada yang kurang begitu. Tapi entah selama bulan Oktober hanya 10* aku menyetorkan tugas.. sisanya aku tidur pulas dan lelah cape setelah pagi hingga siang aku bermain badminton/ngaji. Capek karena harus bawa zea selama aku aktivitas dan aku merasa aku gak bisa nahan emosi dan gemes kesel kalau zea lagi nangis nangis. Atau brisik atau. Apalah yang bikin hati gedeg. 

Jurnaling mengenai kekesalan hati pun bisa mengurangi rasa berat di hati. Ya curhat ke manusia otomatis semua manusia tau alias ini bukan rahasia.. Kalau nulis jangan di medsos atau. Medsos yang khusus nulis kamu aja. Yang baca cuma kaka klip ers atau teman klip ers. 

Hidup ini indah alhamdulillah. Dan hati jiwa pikiran mental dan perasaan pengen selalu ada di fase bahagia ini.. Plis yang lama ya ya. Alloh. Atau kasih tau cara agar saya mampu memperpanjang fase kebahagiaan dan aman ini? 

Aku kadang yang membuat masalah disekitar orang-orang yang aku sayangi karena aku PMS, OVERTHINKING, DAN SENSITIF. Gampang banget baper. Ya Alloh begini pengen punya teman? Yang ada orang ya gak mau dekat-dekat dengan aku yang sedang mode menyebalkan. Tidak hanya aku yang sebal dengan anak-anak atas kelakuan mereka yg absurb.. Ternyata kelakuan mereka dipengaruhi oleh ikatan batinku yang sedang kesal sebal dan mudah marah. Alhasil ya mereka adalah ujian kesabaranku yang gak sabar. Ya aku selalu gagal dan selalu melatih otot emosi ngamuk dan bentak ke anak saat seperti itu datang. Aku bukan ibu penyabar, telaten, penyayang, lembut, mengayomi dan membantu anak-anak aku. Aku pengennya mereka yang bantuin aku, ngelindungi aku, bisa dewasa (mandiri)walau tubuh mereka masih kecil.. Hah aku. Aja yang sudah segede ini belum. dewasa. Astaghfirullah

Jurnaling bagiku adalah cara untuk. Menjaga. Kewarasan. Diary ben hari. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GERD

Luka innerchild

Pelajaran jarak jauh hari kedua